Minggu, 21 September 2014

Cinta Manusia Biasa!!

Ini adalah sebuah percakapan kedua teman saya yang sudah menjadi suami istri. Si laki-laki namanya Andra (nama samaran) dan Si wanita namanya Mala (nama samaran juga). Saya berteman dengan mereka baru beberapa waktu yang lalu. Walaupun tidak bertatap muka, mereka mampu membuat saya mengoreksi diri saya sendiri dalam satu hal yakni Cinta. Ya, satu hal yang erat kaitannya dengan manusia. Tak perlu panjang lebar untuk mengerti, namun cukup dengan membaca dan memahami makna percakapan yang singkat berikut ini.

Ketika hari mulai beranjak siang, Andra dan Si Mala sedang duduk santai di taman kecil depan rumah mereka. Mereka menikmati udara segar yang sebenarnya sudah bercampur asap kendaraan yang berlalu-lalang. Tiba-tiba Si andra bertanya kepada Mala.
Andra (A) : "Dik Mala, apa sebenarnya cinta itu?"
Mala (M) : "Cinta adalah kasih sayang yang sangat besar." 
A : "Cinta adalah perpaduan dari semuauya. Ada benci, ada dendam, ada marah, ada sayang, ada rindu, ada kasihan. Pokoknya ada semuanya deh." 
M : (heran sambil mengernyitka alis sedikit naik) "Kok bisa?
A : "Pernahkah Dik Mala marah sama saya?" 
M : "Pernah" 
A : "Pernahkah membenciku?" 
M : "Pernah" 
A : "Pernahkah dendam kepadaku?" 
M : "Pernah" 
A : "Pernahkah merasa bosan kepadaku?" 
M : "Pernah" 
A : "Pernahkah ini.. dan itu..?" (Beberapa pertanyaan yang saya lupakan.) 
M : "Pernah"

Berhenti sejenak sambil tersenyum ke arah Si Mala yang masih keheranan dengan pertanyaan beruntun tersebut.

A : "Apakah benci itu sekarang masih ada?" 
M : "Tidak" 
A : "Apakah bosan itu saat ini masih bercokol?" 
M : "Tidak" 
A : "Adakah marah itu masih bergolak?" 
M : "Juga tidak" 
A : "Kemana?" 
M : "Tak tahu, semua sudah terlupakan" 
A : "Percaya, kalau semua itu suatu saat akan muncul kembali" 
M : "Percaya" 
A : "Dan kemudian akan hilang lagi" 
M : "Percaya" 
A : "Itulah cinta. Orang yang hanya merasakan sayang, senang, rindu dan tidak pernah merasakan benci, marah, dan sebagainya, maka ia cenderung munafik, karena cinta yang demikian hanya hak Allah dan Rasulnya saja. Bahkan biasanya cintanya pun cenderung palsu dan penuh kepura - puraan. Wallahu a'lam."
Saya setuju dengan mereka. Sebagai manusia biasa saya juga merasakan hal yang sama pada orang yang saya cintai. Semua orang yang saya cintai, termasuk orang tua, kakak kandung saya, saudara saya, sahabat saya, Guru saya, Dosen saya bahkan kepada orang yang saat ini dekat pada saya.

Dan...
Saya pernah sungguh-sungguh bertanya beberapa poin tentang marahnya, bencinya, dan bosannya seseorang terhadap saya. Namun, saya mendapat jawaban yang mengejutkan hati saya seketika, mampu membuat saya kecewa cukup dalam. Entah apa arti saya baginya?? pikir saya kemudian.


#CurhatBebas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar