'Don't judge a book by its cover.'
Itu kalimat pertama yang saya ucapkan setelah membaca novel ini. Sumpaahh.. keren banget buku ini! Mampu mengaduk-aduk emosiku saat membacanya. Beberapa kali menangis pada bagian yang bener-bener membuat saya sadar dari kesalahan pemahaman hidupku. Tapi semua hal baru yang saya pelajari sangat-sangat berharga bagi saya.
Novel yang berjudul Diary Pramugari menceritakan tentang seorang wanita cantik bernama Jingga yang mengalami trauma sejak ia duduk di SMP. Karena trauma itu, ia jadi sangat membenci yang makhluk laki-laki. Ditambah lagi, karena bapaknya bersedia menikah lagi, saat ibunya menganjurkan untuk menikahi wanita lain. karena ibunya sakit sehingga menyebabkan ia menjadi lebih membenci bapaknya dan kaumnya.
Pada awal masuk ke dunia pramugari, Jingga bertemu dengan Anya - seorang penganut agnotisisme, kemudian Puri - seorang hiperseks. Jingga juga bertemu dengan Alvin - sang pilot yang ganteng yang punya keyakinan berbeda dengannya. Bagi Jingga, Anya adalah seorang teman yang dewasa dan mempunyai banyak pengetahuan tentang kehidupan sehingga mampu membaca kehidupan dengan hati dan pikiran positif melalui tanda-tanda yang diberikan Tuhan atas kehidupan tersebut. Jingga seringkali merasa malu dengan Anya yang tidak beragama itu. Anya demikian mempercayai keberadaan Tuhan, meski tidak beribadah, namun ia telah dianggap guru oleh Jingga. Anya mempunyai seorang pacar, Andre. Dia bebas melakukan apapun dengan pacarnya itu termasuk seks, karena orang tua Anya sibuk mengurus usaha di luar negeri. Sedangkan Puri adalah seorang teman yang gaulnya kebablasan dalam berhubungan dengan laki-laki. Dia sering mabuk dan tidur bersama pacarnya, Igo. Saat ia mempunyai masalah dengan Igo, Anya dan Jingga menyadarkannya sehingga ia memilih keluar dari pramugari dan memilih merawat anaknya hingga lahir dan membesarkannya. Alvin adalah laki-laki pertama yang mampu membuat nyaman Jingga di dekatnya. Alvin juga yang membuat Jingga bisa merasakan perasaan yang sulit dimengerti, cinta dan cemburu
Selubung misteri yang melingkupi Jingga, perlahan mulai terbongkar, berbekal seuntai kalung kristal yang diberikan oleh ibunya yang dititipkan kepada Mbok Kurti. Kalung itu diberikan oleh Mbok Kurti kepada Jingga sesaat setelah pemakaman ibunya Jingga. Lambat laun, Jingga mengerti akan jati dirinya. Itulah yang membuat ia merasa berdosa terhadap bapaknya. Ternyata, lelaki tidak semuanya bisa dibenci. Ada bapaknya. Ada Alvin yang secara perlahan bisa membuat Jingga cemburu saat ia melihat Alvin berjalan dengan perempuan lain.
Di buku ini, terdapat banyak nilai filosofi tentang kehidupan. Saya jadi mengerti tentang kehidupan di luar sana. Pelajarannya adalah Bagaimana membina hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Menurutku Anya adalah seorang yang sangat peka akan keadaan. Ia mampu menetralisir keadaan dengan segera. Pikirannya selalu positif dan jernih. Tetapi, alangkah lengkapnya jika semua itu berpadu di dalam lingkar keagamaan, yang menurut Anya, agama hanyalah sebagai media untuk memperebutkan umat. Betapa ditekankan bahwa, apapun yang terjadi harus dihadapi, bukan malah dihindari. Banyak hikmah yang bisa dipetik, namun ada juga yang tidak patut untuk dicontoh.
Inilah beberapa perkataan atau kalimat yang berkesan buat saya.
"Bener luput ala becik lawan begja-cilaka mapan saking badan priyangga, dudu saking wong liya, pramila den ngati-ngati, sakeh dirgama singgahan den eling."
"Aku temanmu, sahabatmu. Kita sedang belajar bersama, berkembang bersama. Marilah kita saling mengingatkan dan memaafkan apabila ada kesalahpahaman."
"Aku punya cerita sendiri untuk hidupku, kamu juga punya cerita sendiri untuk hidupmu. Buatlah ceritamu itu seindah mungkin"
"Tersenyumlah! Berputarlah bersama waktu, nikmati apa yang sedang menyapamu kini."
"Temukanlah jalan itu"
"Sekarang adalah bukalah mata hatimu terhadap segala kemungkinan"
"Jalan itu adalah bagi individu untuk memahami dirinya sendiri, karena bagi siapa yang telah memahami dirinya, akan memahami Tuhan"
"Tersenyumlah! Berputarlah bersama waktu, nikmati apa yang sedang menyapamu kini."
"Temukanlah jalan itu"
"Sekarang adalah bukalah mata hatimu terhadap segala kemungkinan"
"Jalan itu adalah bagi individu untuk memahami dirinya sendiri, karena bagi siapa yang telah memahami dirinya, akan memahami Tuhan"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar