Selasa, 23 September 2014
Review Buku : The Supper Club
Pertama kali liat novel ini terpikir alur cerita dengan konsep makanan yang super yummy karena dari cover depannya saja sudah terpampang steak daging yang menggoda nafsu makan -- bikin laper. Hhmm... pasti enak banget kalo tiba-tiba steak daging yang persis itu dan masih fresh from the kitchen alias baru matang yang masih mengepulkan asap halus di depan meja sebagai makan siang hari ini.. hahaha *berkhayal tingkat dewa
Novel karya Wiwien Wintarto ini bercerita tentang cewek desa dari klaten yang cantik, cerdas, ramah, dan bekerja sebagai sekretaris Manajer HRD di salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Metropolitan Semarang, namanya Ciara. Keunggulan dalam diri Ciara itu menjadikannya punya fans (baca : cowok) yang datang dari kalangan bawah hingga kalangan jet set (High Class). Sopir taksi, satpam, pelayan restoran, hingga managing direktor sebuah perusahaan periklanan besar.
Dalam sekejap detik pertemuan awal para fans dengan Ciara sudah berlomba menarik perhatian dengan curi pandang setiap saat. Kecantikan Ciara mampu menggaet Fendy yang kebetulan ketemu di sebuah Mal, Sena sang managing direktor yang sudah tergila-gila, Ganjar yang baru datang dari jepara untuk menjadi satpam di tempat Ciara bekerja, dan belakangan Pak Nuri (paman Ganjar), sopir taksi langganan Ciara untuk antar jemput dari kos ke kantor pun jatuh cinta padanya. Namun pilihan Ciara akhirnya jatuh pada Sena sang managing direktor yang ganteng dan macho -- juga kaya raya.
Cerita percintaan Ciara dan Sena - sang pacar - sangat romantis dan so sweet banget. Ciara yang punya pengalaman minim tentang pacaran, begitu mudah tergoyahkan prinsipnya karena keterbuaian cintanya pada Sena. Tapi saat Ciara meyakinkan dirinya memang benar-benar cinta pada Sena masalah lain muncul, yaitu ada feeling kuat bahwa ia tidak disetujui oleh mamanya Sena saat diperkenalkan ke keluarga Sena.
Selain cerita kisah cinta, novel ini juga menceritakan Ciara mempunyai hobi memasak dengan tingkat keterampilan yang tidak bisa diremehkan. Bahkan temen-temen kosnya enggan pindah karena kadung cinta dengan masakan Ciara yang tiada duanya. Selain itu, ada satu hobi yang aneh yang membuatnya bergabung dengan The Supper Club. Club kuliner yang hobi makan daging (spesial) - entah digoreng, dipanggang atau dibakar- di tempat-tempat makan khusus dengan Member Card.
Awal membaca buku ini saya mengira The Supper Club ini memang klub kuliner yang biasa-biasa aja. Namun mulai sadar ada yang aneh ketika Erfi - salah satu teman kos Ciara, yang mau masuk club tersebut tapi di curigai sebagai pengintai atau mata-mata polisi oleh pacarnya sendiri yaitu Danny - yang sekaligus koordinator The Supper Club di Kota Semarang. Namun malah jadi konflik akhir dari Ending novel ini. Setelah sampai akhir kaget juga dengan peran Toga - teman satu kantor Ciara yang ternyata seorang polisi pengintai dirinya karena masuk dalam The Supper Club. Agak kecewa juga dengan endingnya kisah cintanya Ciara masih tergantung entah pada siapa?
Setelah selasai full membaca novel The Supper Club ini membuat saya hilang nafsu makan tentang daging beberapa minggu kemudian, dan membuat saya sadar bahwa 'tidak ada manusia yang sempurna. Dibalik kecantikan dan halusnya budi pekerti seseorang ternyata tersimpan sisi gelap yang mengejutkan.'
But overall novel ini bagus banget dan seruu..
Selamat membaca kawan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar