Senin, 20 Oktober 2014

Ya.. aku cemburu

Bukankah ini aneh?

Aku masih saja merasa heran kala menatap butiran bening menetes dari mataku. Seharusnya cuaca yang begitu cerah seperti ini tidak mampu memberi perintah untuk melakukan hal itu.

Bagaimana tidak?

Lihat saja ke atas. Matahari dengan gagahnya seakan mengajak tersenyum. Jejeran awan putih pun seraya memberikan keteduhan untuk bersuka ria. Bahkan burung-burung bersenandung kegembiraan.

Andai aku bisa ikut bersenandung bersama meraka. tapi hatiku tidak mengijinkanku melakukannya. Benar. Rasa itu masih ada. Tiap kali dia bersama teman wanitanya. Satu sisi hatiku belum bisa menerimanya.

Ya. Aku cemburu. tapi aku tak mampu mengatakannya. Aku tak punya nyali mengakuinya. Aku sudah kalah oleh ketakukanku sendiri.

Andai.. Kamu mampu membaca tatapan mataku. Sungguh aku tidak akan menyia-nyiakan butiran bening ini keluar saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar