Rabu, 12 November 2014

Malaikat Pelindung


Suatu ketika, ada seoarng bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan. “Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”

Tuhanpun menjawab, “Diantara semua malaikat-Ku, aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatm dan mengasihimu.”

Si kecil bertanya lagi, “Tapi, disini, di surge ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia.”

Tuhan pun menjawab, “Tak apa, malaikatmu itu akan selalu menyenandundkan lagu untukmu dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih saying, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.”

Namun si kecil bertanya lagi. “Bagaimana aku bias mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka gunakan?”

Tuhan pun kembali menjawab, “Malaikatmu itu akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu. Dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahawa manusia.”

Si kecil bertanya lagi, “Lalu bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, Ya Tuhan?”
Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu itu akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa.”

Lagi-lagi si kesil menyelidik, “Namun aku mendengar, di sana ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?”

Tuhan pun menjawab, “Jangan takut. Tananglah, malaikatmu akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.”

Namun si kecil kini malah sedih, “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak bisa melihat-Mu lagi.”

Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu akan selalu mengajarkanmu keagungan-Ku dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, aku akan selalu ada disisimu.”

Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surge. Namun, suara-suara penggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. “Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku….”


Tuhan pun kembali menjawab, “Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan: Ibu…”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar